Sebuah Renungan Dan Kegelisahan Anak Manusia
oleh "does ahmad"
Sering kita membaca, mendengar, memikirkan dan membicarakan tentang bagaimana konsep hidup yang baik bagi masyarakat serta harus diterapkan oleh sebuah negara. Kita hanya menuntut dan terus menuntut kepada sebuah rezim untuk mensejahterakan rakyat. Sering kita mengatakan "seharusnya pemerintah melakukan A, B C sampai Z" untuk mensejahterakan rakyatnya. Namun, solusi-solusi yang baik itu tidak pernah mendapatkan dukungan penuh dari setiap individu yang menyandang predikat "anak bangsa" atau juga "abdi negara".
Sangat disayangkan memang, melihat Indonesia disibukkan dengan perbedaan yang katanya rahmat. Pernahkah kita memikirkan perbedaan seperti apa uang menjadi rahmat? Apakah benar rahmat dari perbedaan tersebut adalah ketika muncul kepentingan-kepentingan kelompok? Apakah kita sudah dirahmati ketika kita ikut meragukan agama kita dengan mengakui agama lain (seperti misalnya "teman-teman" yang mengaku sebagai Islam Liberal)?
Kita selalu mengusung kebebasan, namun kita tidak pernah merincikan kebebasan seperti apa yang benar-benar baik. Salah satu akibat dari kebebasan tersebut, dengan lantang kita berani mengatakan Syariat Islam itu belum layak diterapkan di Aceh dikarenakan rakyat Aceh belum siap dengan peraturan-peraturan yang diterapkan dengan Syariah dan apabila diterapkan Islam itu sendiri yang akan hancur. Apakah ini baik karena dia menyuarakan apa yang terbaik untuk rakyat dan Islam?
Sobat! Islam adalah perintah sang pencipta, bukan sebuah pendapat atau pemikiran yang dihasikan oleh manusia. Islam yang kaffah adalah jalan menuju keselamatan dan Islam itu sempurna dimana sifat kesempurnaan adalah tidak membutuhkan penambahan dan tidak membutuhkan pengurangan. Islam tidak bisa disesuaikan dengan perkembangan pemikiran manusia karena Islam adalah ketetapan Allah dan sempurna. Yang kita butuhkan hari ini adalah bukan menunggu atau melihat kesiapan masyarakat untuk diterapkan Syariat Islam, bukan juga mengembalikan kepada kemauan individu masyarakat untuk menerapakan Syariat Islam dalam kehidupannya, akan tetapi Syariat Islam adalah kewajiban bagi umat Islam seluruhnya sehingga yang tidak mau menjalankan Syariat Islam jangan mengaku orang Islam.
Sudah waktunya kita bangun dan menegakkan prinsip kita ditengah banyaknya pemikiran-pemikiran yang berkembang hari ini. Jangan pernah kita terpancing untuk ikut meng"update" dasar-dasar agama kita seperti yang dilakukan kepada agama-agama lain karena agama kita merupakan produk sempurna yang disampaikan melalui para Nabi dan Rasul sebagai manusia-manusia terpilih. Apabila kita ikut memandang Islam seperti orang "Kristen" memandang agamanya maka untuk apa kita beragama? Bahkan untuk apa kita mengakui ke-Esa-an Allah SWT? Toh, kita juga meragukan dan mencoba merubah ketetapan Allah SWT!
Memang Islam kini terkesan banyak sekte, namun apabila kita memikirkan dengan nurani yang benar-benar takut dan tunduk kepada Allah maka kita akan dapat menemukan Islam yang sesungguhnya (baca: terlepas dari sekat-sekat sekte dan kepicikan pemikiran). Sebagai contoh, imam-imam mazhab tidak pernah mengatakan mazhabnya lah yang paling benar. Sejauh penulis pelajari, keempat Imam Mazhab yang sering kita kenal kurang lebih menegaskan "inilah mazhabku, namun apabila kamu menemukan sesuatu yang bertentangan dengan mazhabku dan lebih kuat dari pada mazahabku, maka itulah sebenarnya mazhabku".
Kita akui pernyataan Pramoedya yang mengatakan aktor sejarah Indonesia mayoritas merupakan produk budaya. Apakah satu budaya yang salah akan menjadikan semua budaya juga ikut salah? Apakah para aktor tersebut merupakan perwakilan dari semua budaya yang ada di Indonesia ?. Rasulullah saw. diutus untuk memperbaiki Akhlak umat manusia, karena dengan akhlak yang baik akan melahirkan moral yang baik dan moral yang baik akan melahirkan budaya yang baik. Kita dapat melihat generasi-generasi setelah sahabat yang dibentuk oleh budaya-budaya yang diterapkan Rasulullah dan para sahabat.
Sangat banyak permasalahan yang kita hadapi dan secuilnya adalah sebagaimana yang telah saya utarakan di atas. Namun ada beberapa poin yang ingin saya sampaikan, antara lain mari kita bentuk diri kita sebagai orang-orang yang benar-benar takut kepada Allah SWT sehingga kita terus berusaha untuk menerapkan akhlak-akhlak yang diajarkan Rasulullah saw. dalam kehidupan kita dan pada akhirnya kita mampu membentuk budaya lingkungan yang walaupun tak sama dengan budaya Rasulullah namun terus berusaha untuk mengikuti esensi dan substansi risalah yang disampaikan beliau. Hasil yang akan kita peroleh adalah generasi-generasi unggul yang mampu menjawab dan membangkitkan kembali Islam kaffah seperti yang diperintahkan oleh Allah SWT.
Aa Gym mengatakan rumus kesuksesan adalah 3M (Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal yang kecil, dan Mulai dari sekarang). Baiklah sobat! Selamat berjuang, dan selalu lah bersyukur ketika jalan-juang yang kita tempuh semakin berat, hal tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah bukti bahwa Allah Maha Berkuasa dan senantiasa Menguji ketaqwaan para hamba-Nya. Wallahua'lam bishawab!

0 komentar:
Posting Komentar